NIM: 41206120124039
Mata Kuliah: Manajemen SDM
Dosen Pengampu: KI GURU Agus Pranamulia
Program Studi: Manajemen
APBN Mei 2025 Defisit Rp21 Triliun: Penerimaan Melambat, Belanja Tetap Jalan
Jakarta, 17 Juni 2025 – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, mengumumkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat defisit sebesar Rp21 triliun atau setara 0,09 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Mei 2025. Angka ini berbanding terbalik dengan posisi bulan April 2025, yang masih menunjukkan surplus sebesar Rp4,3 triliun.
“Posisi 31 Mei mengalami defisit Rp21 triliun. Kalau bulan lalu masih surplus Rp4,3 triliun, bulan ini sudah defisit,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTA (Kinerja dan Fakta) yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (17/6/2025).
Penerimaan Negara: Realisasi Belum Optimal
Hingga Mei 2025, total pendapatan negara baru mencapai Rp995,3 triliun, atau sekitar 33,1 persen dari target pendapatan dalam APBN 2025 yang ditetapkan sebesar Rp3.005,1 triliun. Penerimaan ini berasal dari tiga sumber utama:
1. Pajak
2. Kepabeanan dan Cukai
3. PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak)
Dibandingkan periode yang sama tahun 2024, pertumbuhan pendapatan negara melambat. Faktor eksternal seperti pelemahan harga komoditas global dan melambatnya perdagangan internasional berdampak langsung pada sektor perpajakan dan kepabeanan.
Belanja Negara: Tetap Agresif Dorong Pemulihan dan Transformasi
Di sisi lain, total belanja negara hingga Mei 2025 telah mencapai Rp1.016,3 triliun atau 28,1 persen dari pagu APBN 2025 yang berjumlah Rp3.604,1 triliun. Rinciannya sebagai berikut:
Fokus belanja meliputi pembangunan infrastruktur prioritas, subsidi energi, bantuan sosial (bansos), dan program strategis nasional seperti Food Estate, hilirisasi industri, serta digitalisasi layanan publik.
Realisasi lebih tinggi karena pencairan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) lebih awal untuk mendorong percepatan proyek-proyek daerah dan mendukung pemulihan ekonomi regional.
Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah tetap menjaga kualitas belanja dan memastikan belanja produktif menjadi prioritas, terutama yang mendukung pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pengurangan kemiskinan dan ketimpangan.
Keseimbangan Primer: Masih Surplus
Menariknya, meskipun APBN mengalami defisit secara keseluruhan, keseimbangan primer masih mencatat surplus sebesar Rp192,1 triliun. Keseimbangan primer merupakan selisih antara penerimaan negara dengan belanja negara tanpa memperhitungkan pembayaran bunga utang.
Surplus keseimbangan primer ini mengindikasikan bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang relatif sehat. Artinya, utang baru yang ditarik sebagian besar hanya digunakan untuk membayar bunga utang lama, bukan untuk membiayai belanja rutin atau defisit struktural.
Outlook Fiskal: Tetap Waspada, Namun Terkendali
Namun demikian, Sri Mulyani menegaskan bahwa defisit masih dalam batas aman. APBN 2025 dirancang untuk fleksibel dan adaptif menghadapi dinamika global, dengan tetap menjaga disiplin fiskal, keberlanjutan utang, dan keseimbangan pertumbuhan ekonomi.
Kesimpulan dan Implikasi
Defisit APBN per Mei 2025 sebesar Rp21 triliun menandakan adanya penurunan performa penerimaan negara di tengah kebutuhan belanja yang tetap tinggi. Meskipun demikian, surplus keseimbangan primer dan pengelolaan fiskal yang berhati-hati menunjukkan bahwa pemerintah tetap menjaga stabilitas keuangan negara.
Langkah ke depan, Kementerian Keuangan akan terus memperkuat strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, mengefisienkan belanja negara, dan memastikan bahwa anggaran digunakan untuk program-program yang benar-benar mendukung pemulihan ekonomi serta kesejahteraan rakyat.
Sumber Referensi:

Kita sering mendengar kata rapat bukan? bahkan pernah melakukan rapat, sprti rapat guru, rapat keluarga, rapat warga, rapat presiden dll. Kalian pasti tau kan rapat itu apa?
Iya, rapat adalah pertemuan antara dua orang atau lebih untuk memutuskan suatu tujuan, tapi kalian tau ga sih apa definisi rapat? Yuk kita bahas!
Rapat (conference atau meeting) adalah alat atau media komunikasi kelompok yang mempunyai sifat tatap muka dan sangat penting, diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah untuk mendapatkan mufakat melalui musyawarah untuk pengambilan keputusan.
Adapula jenis-jenis rapat yaitu :
1) Menurut tujuannya :
a. Rapat penjelasan
b. Rapat pemecahan masalah
c. Rapat perundingan
2) Menurut sifatnya :
a. Rapat formal
b. Rapat informal
3) Menurut jangka waktunya :
a. Rapat mingguan
b. Rapat bulanan
c. Rapat tahunan
Unsur-unsur rapat :
1. Tujuan
2. Masalah yang dirapatkan
3. Pemimpin rapat
4. Peserta rapat
5. Media rapat
6. Notulis/sekretaris
Tujuan rapat yaitu :
a. Memecahkan/mencari jalan keluar suatu masalah
b. Menyampaikan informasi, perintah, dan pernyataan
c. Sebagai alat koordinasi antarintern atau antarekstern
d. Agar peserta rapat dapat ikut berpartisipasi kepada masalah-masalah yang sedang terjadi
e. Mempersiapkan suatu acara/kegiatan
f. Menampung semua permasalahan dari arus bawah (para peserta rapat)
Selain rapat yang dilakukan secara tatap muka, rapat juga bisa dilakukan secara online yang biasanya dlm jarak jauh atau tidak dlm stu ruangan, sprti menggunakan video call, google meet dll. Rapat ini disebut dengan rapat telekonferensi. Berikut definisi nya
Rapat Telekonferensi adalah pertemuan berbasis elektronik secara langsung di antara beberapa orang yang biasanya dalam jarak jauh atau tidak dalam satu ruangan dan dihubungkan oleh suatu sistem telekomunikasi. Telekonferensi mempunyai tiga jenis yaitu audio conference (conference call), web conference, dan video conference.
Itulah penjelasan mengenai rapat
Sekian dan terimakasih
Kajian Sederhana tentang Dimensi Fisik, Spiritual, dan Perkembangan Generasi Manusia. Nama: Ahma Novia Zahra NIM: 41206120124039 Mata ...